Focus of Studies

News



Road Show Kepala Lapan TA 2017 : Tingkatkan Kompetensi Kebijakan Penerbangan dan Antariksa !
News Writter : Roel • Photographers : Wendy • 14 Feb 2017
Kamis, 09 Februari 2016, Kepala LAPAN, Profesor Dr. Thomas Djamaludin melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (Pusat KKPA) yang sekaligus menjadi rangkaian road show tentang program TA 2017 pada seluruh satuan kerja di LAPAN. Pertemuan awal tahun tersebut bertempat di Kantor Pusat KKPA, Jl. Cisadane No. 25 Jakarta Pusat. Pada sesi pembuka, Kepala Pusat KKPA, Ir. Agus Hidayat, M.Sc memaparkan tentang target kinerja Pusat KKPA TA 2017. Setidaknya sesuai IKU yang diembannya, Pusat KKPA menargetkan output utama berupa kajian kebijakan di bidang penerbangan dan antariksa yang implementatif, publikasi ilmiah terkait kajian kebijakan penerbangan dan antariksa pada jurnal nasional ter-akreditasi dan jurnal internasional ter-indeks, serta layanan yang terukur dalam indeks kepuasan masyarakat di bidang penerbangan dan antariksa. Kegiatan besar lainnya yang akan dilaksanakan oleh Pusat KKPA antara lain kajian nilai ekonomi data dan informasi penginderaan jauh di Indonesia, penyiapan naskah urgensi beberapa RPP, dan penyiapan dokumen National Space Policy. Disamping itu, Pusat KKPA juga optimis untuk mengelar event seminar nasional yang akan dikemas sebagai dialog nasional di bidang kajian kebijakan penerbangan dan antariksa TA 2017.
Mengawali penyampaian arahannya, Kepala LAPAN berharap agar di tahun yang baru juga diiringi dengan peningkatan semangat baru di lingkungan Pusat KKPA mendukung cita-cita besar LAPAN sebagai center of excellent di bidang penerbangan dan antariksa dalam mewujudkan visi LAPAN sebagai Pusat Unggulan Penerbangan dan Antariksa dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Lebih lanjut juga diuraikan bahwa suatu pusat unggulan biasanya memiliki karakter khas, seperti : (1) Kompetensi, yang akan menjadi ukuran peningkatan kualitas litbang. Biasanya secara empirik kualitas kompetensi ditandai dengan publikasi hasil litbang, namun pada litbang dengan core kompetensi produk teknologi biasanya ditunjukkan dengan peningkatan hasil paten teknologi; (2) Layanan publik yang berkualitas, yakni dalam bentuk produk informasi.
Kembali diingatkan bahwa visi – misi LAPAN dibangun dengan berlandaskan 5 (lima) nilai LAPAN, yakni :
(1) Pembelajar, penerapan nilai pembelajar diterapkan pada kelompok teknis peneliti maupun administrasi manajerial dengan asumsi teknologi akan terus berkembang dan ketentuan regulasi pasti akan selalu berubah. Oleh karena itu semua komponen harus terus belajar agar dapat mengikuti perkembangan dan mengadaptasi berbagai perubahan atas perubahan yang ada.
(2) Rasional, yang dimaknai dengan menjadi rasionalitas sebagai dasar pijakan berfikir atas segala sesuatu, misalnya : perumusan kebijakan didasarkan pada aturan-aturan.
(3) Konsistensi,yakni dengan prinsip bahwa perencanaan tidak hanya berhenti pada proses penyusunan dokumen perencanaan semata tetapi dengan konsekuensi pelaksanaannya sesuai target yang ditetapkan, sebagai contoh : penyusunan renstra satker harus inline dengan renstra maupun rencana kerja tahunan lembaga.
(4) Akuntabilitas, yakni dengan prinsip konsistensi dalam akurasi perencanaan dan pelaporan kegiatan dan anggaran.
(5) Pelayanan publik, bahwa selain fokus pada capaian target litbang maka aktivitas semua komponen juga harus berorientasi pada pelayanan publik. Layanan public yang berkualitas bersifat mencerdasakan dan menjelaskan kepada public, khusus kelompok manajerial maka layanan public dimaksudkan untuk tata kelola lembaga dan jaminan informasi publik yang akurat. Apabila dikaitkan dengan paradigm layanan SATU LAPAN maka pada aplikasinya output layanan setiap satker LAPAN harus atas nama LAPAN, artinya setiap layanan harus paripurna. Oleh karena itu kajian-kajian strategis dengan penguatan kerjasama dengan pihak ketiga pun menjadi prioritas.
Komitmen untuk memberi prioritas layanan publik juga diejawantahkan dalam tags quick wins LAPAN. Diakui bahwa dalam periode 2013 – 2015 capaian quick wins LAPAN dinilai masih standar, namun sejak menapak di 2017 diharapkan fokus pada 2 (dua) quick wins yang didasarkan pada 7 (tujuh) program utama LAPAN yang pada prinsipnya ditujukan untuk pemantauan SDA berbasis IPTEK penerbangan dan antariksa. Terkait ketujuh program tersebut secara eksplisit satker teknis yang terkait langsung harus menguatkan kompetensi untuk target capaiannya, sementara satker lainnya secara implisit turun serta mendukung penguatan dan capaian target dimaksud. Demikian halnya satker KKPA diharapkan dapat memberi poin penguatan pada aspek pengembangan kebijakan penerbangan dan antariksa. Kedua quick wins tersebut, yakni : (1) pemantauan maritim berbasis penerbangan dan antariksa; dan (2) sistem pemantauan bencana berbasis penerbangan dan antariksa. Sebagai contoh, pada quick wins (1) maka peran dominan terletak pada integrasi antara sistem yang dibangun di Pusfatja, Pusteksat, Pustekbang, dan PSTA. Satker LAPAN lainnya turut serta mendukung program tersebut sesuai peran masing-masing, missal KKPA pada penguatan tatanan aturan kelembagaan untuk memperlancar hubungan dengan pihak ketiga.
Kembali pada konteks kebutuhan Pusat KKPA untuk dapat meningkatkan kompetensi dalam pemenuhan prasyarat sebagai PUI, terkait hal tersebut disampaikan bahwa peningkatan kompetensi dapat fokus pada kuantitas maupun kualitas pegawai. Aspek kuantitas cukup sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh kebijakan moratorium pemerintah, namun kualitas dapat ditingkatkan melalui program pengembangan kapasitas baik yang bersifat internal maupun eksternal serta dalam klasifikasi pendidikan bergelar maupun non gelar (diklat/bimtek) baik yang bersifat teknis, non teknis dan motivasi. Pusat KKPA mempunyai peluang untuk mengkaji berbagai isu-isu terkait kebijakan penerbangan dan antariksa yang masih belum terselesaikan sampai dengan saat ini, misal : berbagai aspek terkait dukungan pembangunan bandar antariksa di Indonesia baik dari sisi terutama dari aspek hukum, politik, sosial budaya, ekonomi dan hankam. Hal tersebut dapat ditempuh dengan benchmark dari pengalaman negara lain khususnya dalam mengembangkan kerjasama keantariksaan. Kepala LAPAN menilai bahwa kebijakan Indonesia untuk mandiri dalam pengembangan teknologi dianggap kurang tepat ditinjau dari aspek capaian sampai dengan saat ini. Pengalaman berbagai negara cenderung melakukan strategi kerjasama internasional dalam pengembangan teknologi keantariksaan dengan pola berbeda-beda untuk mencapai target penguasaan teknologi secara bertahap namun berkelanjutan. Oleh karena itu perlu dikaji secara detil strategi Korea Selatan dalam membangun Naro Space Center, India dalam pengembangan teknologi satelit, termasuk prediksi dari berbagai aspek tentang kecenderungan Tiongkok merapat untuk mendukung Indonesia pada berbagai sesi negosiasi kerjasama keantariksaan (APSCO, perpanjangan perjanjian kapal Yuan Wang, dsb).
Para peneliti Pusat KKPA dihimbau untuk memanfaatkan media massa dalam menyampaikan pendapat dan gagasannya terkait berbagai isu kebijakan dibidang penerbangan dan antriksa. Sampai dengan saat ini tetap harus diakui bahwa karakter kompetensi SDM litbang lebih fokus pada publikasi ilmiah di berbagai jurnal ilmiah, dan kurang tertarik menggunakan media massa untuk menyampaikan pendapat dan gagasannya. Hal tersebut sebaiknya dirubah karena media massa dapat digunakan sebagai media promosi bagi kepakaran personil pusat KKPA atau bahkan menjadi cikal bakal dalam mencetuskan isu kebijakan nasional yang bersifat high call policy ke depan.



Others
Pusat KKPA Menyelenggarakan Pembekalan Metodologi Penelitian Kebijakan
22 Aug 2016
Kamis (10/8), untuk ke-empat kalinya para peneliti Pusat Kajian Kebijkan Penerbangan dan Antariksa (KKPA) memperoleh pembekalan tentang Metodologi Penelitian Kebijakan. Berbeda dengan para pemateri sebelumnya, pada pertemuan ilmiah metodologi…
LAPAN Berpartisipasi dalam Padjadjaran Model United Nations 2016
30 May 2016
(Bandung, 26 Mei 2016). LAPAN turut menyemarakkan kegiatan Padjadjaran Model United Nations (MUN) di Ibis Style Hotel, Bandung, Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran…
Evaluasi Dan Persiapan Pedoman Delri Ke Sidang UNCOPUOS 2016
18 May 2016
Pusat KKPA pada tanggal 16 dan 17 Mei 2016 telah menyelenggarakan pertemuan antar kementerian yang ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap penyusunan dan pelaksanaan pedoman Delegasi RI ke sidang STSC…
Kebijakan Keantariksaan Dibahas dalam Forum Diskusi Rabuan FISIP-UNAIR
12 May 2016
Surabaya, 11 Mei 2016. Memenuhi undangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya, pada tanggal 11 Mei 2016, Kepala Pusat KKPA, Agus Hidayat, menjadi pemakalah tunggal pada…
Pusat KKPA Jajaki Kerjasama dengan FH Univ. ATMAJAYA, Yogyakarta
29 Apr 2016
Memenuhi undangan dekan Fakultas Hukum, Universitas ATMAJAYA, Yogyakarta, pada tanggal 25 April 2016, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Prenerbangan dan Antariksa (Pusat KKPA) LAPAN, Agus Hidayat, berkunjung ke Fakultas Hukum, Universitas…
Pembahasan Isu Definisi Dan Delimitasi Masih Menemui Jalan Buntu
28 Apr 2016
Salah satu mata acara yang cukup hangat dibahas pada Sidang ke 55 Sub Komite Hukum, UNCOPUOS di Wina, 4-15 April 2016, adalah tentang definisi dan delimitasi ruang udara dan ruang…


Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL