Focus of Studies

News



Kunjungan Kepala LAPAN ke Dewan Ketahanan Nasional RI (Wantannas)
News Writter : PusKKPA • Photographers : PusKKPA • 07 Dec 2016 • Read : 747 x ,

Selasa , 29 November 2016, Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dengan didampingi oleh Kepala Pusat KKPA Ir. Agus Hidayat, M.Sc dan anggota Kelompok Penelitian I Pusat KKPA berkunjung ke Dewan Ketahanan Nasional RI (Wantannas) di Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat, dalam rangka tindak lanjut pembahasan rencana pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak. Sesjen Wantannas menyampaikan rasa gembiranya atas kunjungan Tim LAPAN, karena selama ini memang belum ada kerja sama antara Wantannas dengan LAPAN. Sesjen menyampaikan mengenai tugas dan fungsi Wantannas dalam melakukan kajian yang akan dilaporkan langsung kepada Presiden terkait ketahanan nasional sebagai masukan yang akan ditindak lanjuti oleh Presiden. Wantannas melakukan kajian strategis yang mendukung ketahanan nasional. Selanjutnya Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyampaikan mengenai kegiatan keantariksaan Indonesia yang diatur dalam UU No 21 tahun 2013, bahwa di dalamnya terdapat 5 kegiatan yaitu terkait sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi, peluncuran, dan komersialisasi. Kegiatan keantariksaan tersebut kemudian diselaraskan dengan tugas dan fungsi LAPAN maka fokus kegiatan LAPAN selama ini dibagi menjadi 4 kompetensi yaitu, sains antariksa, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, dan kajian kebijakan keantariksaan. Terkait dengan kajian kebijakan, saat ini salah satu kajian yang harus segera diselesaikan adalah kajian pembangunan bandar antariksa sesuai dengan amanat UU No 21 tahun 2013 dan telah masuk dalam draft Rencana Induk Keantariksaan tahun 2016—2040.

Selanjutnya Kepala Pusat KKPA memaparkan hasil kajian sementara tekait rencana pembangunan bandar antariksa di indonesia. Hasil kajian atas alternatif lokasi pembangunan bandar antariksa, yaitu di Pulau Enggano, Pulau Morotai, dan Pulau Biak maka Pulau Biak dianggap paling ideal untuk dicalonkan menjadi lokasi pembangunan bandar antariksa di Indonesia. Pulau Biak memiliki kelebihan karena dekat dengan equator, langsung berhadapan dengan laut lepas, yaitu samudera pasifik, LAPAN juga sudah memiliki aset lahan di Biak, LAPAN memiliki satuan kerja di Biak, dan sudah ada fasilitas TT&C di Biak yang merupakan hasil kejasama dengan pihak India. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa hasil kajian tentang penetapan lokasi bandar antariksa akan dibahas lebih lanjut dengan Wantannas dan akan didiskusikan dengan seluruh pemangku kepentingan, sebelum nantinya akan disampaikan kepada Presiden.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL