Focus of Studies

News



Kesertaan Indonesia dalam Sidang PBB Subkomite Ilmiah dan Teknik untuk Pengunaan Antariksa dengan Tujuan Damai 2021
News Writter : Yunita Permatasari • Photographers : Pusat KKPA • 09 Jun 2021
Kemajuan keantariksaan tidak terhentikan oleh kondisi pandemi covid-19. Natural space-faring countries dan new space-faring countries justru menjejakan pencapaian baru di tahun 2020 mulai dari peluncuran satelit konstelasi hingga probe ke Mars. Pada tahun tersebut pula kita menyaksikan kemitraan keantariksaan secara internasional terus dibangun melalui berbagai forum keantariksaan mulai dari world space forum hingga asia pacific regional space agency forum. Setali tiga uang, kerjasama internasional di bidang antariksa pun terus mengembangkan layar yang ramai di khalayak, salah satunya melalui artemis accords. Meskipun demikian, salah satu panggung utama diskusi dan upaya tata kelola keantariksaan, United Nations Committee on The Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS) sepakat untuk menunda 2 pertemuan selanjutnya (sidang Legal Subcommittee dan Committee) pada tahun 2021. Beruntungnya UNCOPUOS sudah menyelenggarakan 1 pertemuannya, sidang Scientific and Technical Subcommittee (STSC) pada awal tahun 2020 lalu.

Pada tahun 2021 ini UNCOPUOS menyelenggarakan pertemuan sidangnya dengan jadwal yang telah disepakati pada tahun 2020, jauh bergeser dari jadwal tahunan seperti biasanya. Sidang STSC diselenggarakan pada 19-30 April dengan format hybrid (offline dan online). Sidang STSC bertujuan untuk tukar menukar informasi terkait kegiatan keantariksaan dan aplikasinya baik yang dilakukan sendiri maupun secara kerjasama baik regional maupun global, serta membahas aspek ilmiah dan teknis isu keantariksaan yang belum terselesaikan pada sidang sebelumnya. Pada kesempatan sidang ini membahas beberapa agenda antara lain: United Nations Programme on Space Applications; Space technology for sustainable socioeconomic development; Matters relating to remote sensing of the Earth by satellite, including applications for developing countries and monitoring of the Earth’s environment; Space debris; Space system based disaster management support; Recent developments in global navigation satellite systems; Space weather; Near Earth objects; Long term sustainability (LTS) of outer space activities; Future role and method of work of the Committee; Use of nuclear power sources (NPS) in outer space; Space and global health; dan Geostationary Orbit (GSO). Sesuai pedoman delegasi Republik Indonesia pada Sidang STSC UNCOPUOS 2021, Indonesia memprioritaskan untuk agenda UNPSA, disaster management support, LTS, space and global health, dan GSO. Meskipun demikian, Indonesia tetap berkontribusi aktif dalam sidang ini dengan memberikan statement/intervensi pada seluruh agenda sesuai dengan suara kepentingan negara berkembang

Sidang STSC ini diselenggarakan dalam format hybrid, menggabungkan komponen tatap muka terbatas di Vienna International Center (VIC) dan kehadiran online yang besar untuk peserta di seluruh dunia pada platform acara interaktif. Pertemuan resmi dalam pleno dan kelompok kerja Sub-komite diadakan dengan interpretasi ke dalam semua bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan partisipasi interaktif penuh. Untuk memungkinkan semua pemangku kepentingan mengikuti rapat pleno resmi Sub-komite juga disiarkan web. Namun pada pertemuan informal kelompok kerja, presentasi teknis, dan acara sampingan tidak ada interpretasi. Sidang pun berlangsung dengan waktu terbatas yaitu 2 jam baik sesi pagi dan sore. Dengan diawali 1 jam untuk presentasi teknis, diselingi informal meeting kelompok kerja 2 jam, dan diakhiri 1 jam presentasi teknis. Indonesia mengikuti sidang STSC dengan dipimpin oleh ketua delegasi Republik Indonesia yaitu Deputi Sains LAPAN dengan anggota delegasinya antara lain Kapus KKPA, Kapussainsa, Kapusfatja, Kabiro KSHU, dan Kementerian terkait yaitu Kemenlu dan Kemenkes. Indonesia mengikuti sidang ini melalui platform online dengan dukungan perwakilan tetap Republik Indonesia di Wina, Austria.

Indonesia umumnya sangat mendukung diadakannya sidang UNCOPUOS ini meskipun dalam bentuk hybrid demi tercapainya kesepakatan internasional terhadap berbagai isu keantariksaan yang terus berkembang. Indonesia pada posisi yang berusaha mendorong tidak berhentinya pembahasan yang sudah dijadwalkan dalam berbagai kelompok kerja maupun agenda multi-tahun UNCOPUOS, mengingat sesuai catatan Indonesia sebagai first vice chair committee UNCOPUOS pada 2019 sehingga berupaya estafet upaya tata kelola keantariksaan berjalan dengan lancar. Pada STSC ini sangat tergambar bagaimana emerging space countries terdampak kondisi pandemi covid-19 dalam peluncuran satelitnya dan meminta adanya waktu tambahan akibat situasi ini untuk berbagai upaya pencapaian kegiatan keantariksaannya yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Pada sidang STSC ini Indonesia menyampaikan respon terhadap kuesioner kelompok kerja space and global health yang termuat dalam dokumen A/AC.105/C.1/2021/CRP.25. Indonesia juga menyampaikan dalam statement-nya terkait status dan kemajuan keantariksaan Indonesia, mulai dari praktik implementasi guidelines for the long-term sustainability of outer space activities, yakni dengan mengadopsi beberapa standar ISO yang relevan dalam mitigasi space debris pada pembuatan satelit kelas nano, pengembangan aplikasi berbasis antariksa dalam kebencanaan dan sosioekonomi, serta keberlanjutan perjuangan terhadap GSO. GSO merupakan orbit spesial yang pemanfaatannya sangat strategis, sebagaimana diungkapkan astronom Indonesia sekaligus Kaprodi Astronomi ITB, Dr. Budi Dermawan. Indonesia pun telah memiliki landasan sikap dan posisi terhadap orbit yang melintas Indonesia sepanjang 13% atau terpanjang dari negara lainnya ini berdasarkan hasil kesepakatan nasional dalam sidang Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (DEPANRI) 1998. Pusat kajian kebijakan penerbangan dan antariksa (Pusat KKPA) sesuai semangat undang-undang keantariksaan nomor 21 tahun 2013, serta rencana strategis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan terus mengkaji dan memperjuangkan kebijakan keantariksaan nasional pada berbagai forum internasional demi tercapainya kepentingan bersama keberlanjutan penggunaan antariksa untuk maksud damai sekaligus kepentingan nasional Indonesia.




Others
Kesertaan Indonesia dalam Sidang PBB Subkomite Ilmiah dan Teknik untuk Pengunaan Antariksa dengan Tujuan Damai 2021
09 Jun 2021
Kemajuan keantariksaan tidak terhentikan oleh kondisi pandemi covid-19. Natural space-faring countries dan new space-faring countries justru menjejakan pencapaian baru di tahun 2020 mulai dari peluncuran satelit konstelasi hingga probe ke…
Evaluasi Kegiatan Pusat KKPA Triwulan I Tahun 2021
04 May 2021
Pada tanggal 14 April dan 15 April 2021, Pusat KKPA mengadakan evaluasi kegiatan triwulan I tahun 2021. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan mahasiswa dari beberapa universitas yang sedang…
SINERGI NASIONAL DALAM DIPLOMASI ANTARIKSA INDONESIA
08 Feb 2021
Upaya kemandirian dan penjalaran teknologi dan aplikasi antariksa yang diupayakan oleh LAPAN perlu disokong dengan tata peraturan nasional dan kebijakan yang mendukung. Kebijakan ini yang mensinergikan kekuatan nasional sehingga dapat…
Penerimaan CPNS Baru, Pertemuan Awal Tahun, dan Pelantikan Fungional Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa
04 Feb 2021
Pada bulan Januari 2021, 4 (empat) CPNS memulai masa dinasnya di Pusat KKPA, LAPAN. Sehingga, pada tanggal 5 Januari dilakukan pertemuan perdana untuk pengarahan awal bagi mereka. Karena masih dalam…
Pusat KKPA LAPAN Mengikuti Acara APRSAF Online 2020
28 Nov 2020
Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan berbagai acara pertemuan Internasional harus dilakukan secara online. Hal tersebut juga tidak luput dari perhelatan Annual Meeting the Asia-Pacific Regional Space Agency Forum…
Evaluasi Kegiatan Triwulan III Tahun 2020 Di Pusat KKPA, LAPAN
15 Oct 2020
Memasuki awal Bulan Oktober, Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (Pusat KKPA) mengadakan evaluasi kegiatan selama Triwulan III tahun 2020 pada tanggal 01 dan 05 Oktober 2020. Kegiatan ini dilaksanakan…


Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2021 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL