Focus of Studies

News



FGD Tentang Teknologi Sensitif (Dual-Use Technology) di Kegiatan Penerbangan dan Antariksa di Indonesia
News Writter : Diogenes, Dini Susanti, Intan Perwitasari • Photographers : Pusat KKPA • 16 Dec 2019 • Read : 1293 x ,

Pada tanggal 5 Desember 2019 Pusat KKPA LAPAN mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor LAPAN, Rawamangun, Jakarta. FGD dihadiri oleh stakeholder-stakeholder nasional yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementrian Ristek, BPPT, Bapeten, Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, FTMD-ITB, Pustekbang Lapan, Pustekroket Lapan, Pusteksat Lapan, dan PT.DI dan PT. Chroma, sebagai perwakilan pihak swasta penerbangan. FGD dibuka Deputi Teknologi Lapan Dr. Rika Andiarti. Dalam pembukaannya Ibu Deputi menyampaikan bahwa tujuan FGD ini menindaklanjuti amanat dari RPP Penguasaan Teknologi Keantariksaan diperlukannya regulasi yang sifatnya mendorong tumbuhnya industri penerbangan dan antariksa, namun juga tetap menjamin keselamatan warga negara, dan memenuhi kewajiban internasional. Sehingga, diperlukan pengaturan keamanan teknologi-sensitif (dual-used) keantariksaan. Aturan mengenai teknologi-sensitif keantariksaan tersebut pada akhirnya akan menjadi Peraturan Lembaga, yang akan dirumuskan setelah PP Penguasaan Teknologi Keantariksaan disahkan.

FGD di bagi dalam dua sesi, dimana sesi pertama dipimpin oleh Kepala Pusat KKPA LAPAN, Dr. Robertus Heru Triharjanto, dan sesi kedua oleh kepala kelompok penelitian poleksoshakam, Dini Susanti, MSi.

Dalam sesi I, Intan Perwitasari, SE, ME dari Pusat KKPA memaparkan tentang daftar teknologi sensitif penerbangan dan antariksa, dimana bisa diacu beberapa rezim pengaturan seperti MTCR, WA, Australian Group, dsb. Dr. Mardianis, SH, MH, dari Pusat KKPA menyampaikan tentang RPP Penguasaan Teknologi Keantariksaan yang dalam tahap akhir pembahasan, serta latar belakang pentingnya penguasaan teknologi dengan cara mandiri dan kerjasama, dimana pengaturan teknologi sensitif merupakan salah satu kuncinya. Ichwanul Hakim, ST (Pusat Teknologi Penerbangan) dan Prof. Dr. Heri Budi Wibowo (Pusat Teknologi Roket) memaparkan hambatan utama penguasaan teknologi peroketan, yaitu kesulitan memperoleh bahan baku kunci dari luar negeri, karena tidak diakuinya end user warranty dari Indonesia. Diantaranya karena otoritas di negara pengekspor belum mendapatkan jaminan keamanan atas teknologinya, jika dikirim ke Indonesia. Sehingga, kerap dilakukan penurunan kinerja atas komponen/sistem yang dibeli, agar bisa diberi ijin ekspor.

Pada sesi II Prof. Dr. Bambang Kismono Hadi, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB memaparkan “Pentingnya Penjaminan dalam Penguasaan Teknologi Penerbangan dan Antariksa dalam Rangka Confedence Building Measure ”; Ibu Dahlia C Sinaga, dari Direktorat Pengaturan Penagwasan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN, memaparkan “Peran BAPETEN dalam Penjaminan Teknologi Nuklir”; dan Letkol Nanang Firmansyah, MT (Direkorat Teknologi Industri Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan) dengan tema “Penjaminan dan Pengaturan Eksport Import di Industri Pertahanan”.

Hasil FGD menyimpulkan : (i) penyusunan daftar teknologi sensitif menjadi penting sesuai amanah dalam UU Keantariksaan dan RPP Penguasaan Teknologi, dalam rangka Security Technology Control ; (ii) Perlunya koordinasi secara luas dengan melibatkan stakeholder terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, BAPETEN dan industri yang akan terdampak pada pengaturan daftar teknologi tersbeut; (iii) pentingnya offset menjadi kewajiban dan harus dimanfaatkan sebagai langkah untuk membangun penguasaan teknologi dan kemandirian; dan (iv) memetakan kendala dalam penguasaan teknologi dan melakukan riset pada bidang tersebut.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL