Fokus Kajian

Berita



Agenda Space 2030 dan Rencana Implementasinya
Penulis Berita : Melissa Retno Kusumaningtiyas dan Leo K. Rijadi • Fotografer : Pusat KKPA • 21 Jan 2020 • Dibaca : 1329 x ,

“Space2030” Agenda merupakan hasil dari pembahasan forum tingkat tinggi di PBB, UNISPACE+50. Dalam pertemuan ini dihasilkan dokumen yang bertujuan mengartikulasikan visi komprehensif, inklusif dan berorientasi strategis untuk memperkuat kerjasama internasional dalam eksplorasi dan penggunaan antariksa secara damai, dimana antariksa dianggap sebagai pendorong dan kontributor utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Draft Agenda Space2030 dan Rencana Implementasinya dibahas pertama kali pada Maret 2019. Hingga saat ini pembahasan mengenai draft Space2030 Agenda masih bergulir dan negara-negara dihimbau untuk memberikan masukan sebelum hasil akhir dari draft Space2030 Agenda tersebut disahkan di sidang komite pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai (COPUOS) PBB tahun 2020.

Space2030 Agenda and Implementation Plan ini mencakup latar belakang, visi strategis, tujuan dan tindakan, dan rencana implementasi. Adapun tujuan dan tindakan dibagi menjadi 4 kategori yaitu :

1. Meningkatkan manfaat ekonomi dari antariksa dan memperkuat peran sektor antariksa sebagai pendorong utama pembangunan berkelanjutan
2. Memanfaatkan potensi antariksa untuk menyelesaikan tantangan sehari-hari dan memanfaatkan inovasi terkait antariksa untuk meningkatkan kualitas hidup
3. Meningkatkan akses ke antariksa untuk semua dan memastikan bahwa semua negara dapat memperoleh manfaat sosial ekonomi dari aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa, informasi, dan produk berbasis antariksa, dengan demikian mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
4. Membangun kemitraan dan memperkuat kerja sama internasional dalam penggunaan antariksa secara damai dan dalam tata kelola global kegiatan antariksa

Dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut diatas, terdapat beberapa tindakan yang hendaknya dilakukan oleh negara-negara. Adapun dalam mengimplementasikan Space2030, diharapkan akan dilakukan kerjasama diantara negara-negara anggota COPUOS, NGO, lembaga PBB, dan swasta. Negara anggota juga didorong untuk berkontribusi dan mengambil keuntungan dari sejumlah mekanisme, program, proyek dan platform internasional yang sudah ada atau sedang dikembangkan, seperti United Nation Space-based Information for Disaster Management and Emergency Response (UN SPIDER), pusat-pusat pendidikan sains dan teknologi antariksa yang berafiliasi dengan PBB, International Charter on Space and Major Disasters, Space Climate Observatory, dan lain lain.

Indonesia sangat terkait dengan Agenda Space2030 karena Indonesia adalah negara yang mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi antariksa. Indonesia juga memiliki komitmen dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sebagai wujud komitmen tersebut Pemerintah menetapkan Perpres No.59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Space2030 Agenda and Implementation plan dapat menjadi acuan bagi Indonesia untuk melaksanakan kegiatan keantariksaan yang menjadikan aplikasi teknologi antariksa sebagai alat pendukung SDGs kedepannya.

Berkenaan dengan pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung SDGs, LAPAN sebagai badan pemerintah yang memliiki tugas di bidang penelitian dan pengembangan penerbangan dan antariksa sejauh ini sedang mengembangkan konsep untuk menjadi Pusat SDG yang akan memanfaatkan teknologi antariksa untuk mendukung pencapaian SDG. Kegiatan aplikasi penginderaan jauh telah dilakukan dan diimplementasikan baik secara tidak langsung dan langsung untuk berkontribusi pada pencapaian SDGs. LAPAN telah memprioritaskan penerapan penginderaan jauh untuk mencapai beberapa target SDGs nasional, diantaranya :

• SDG 06 yaitu Clean Water and Sanitation/Air Bersih dan Sanitasi, Indonesia memiliki target nasional untuk menginternalisasi 108 rencana pengelolaan daerah aliran sungai terpadu yang disusun menjadi rencana tata ruang. Salah satu kegiatan penginderaan jauh yang dapat mendukung pencapaian target ini adalah pemantauan tutupan lahan/perubahan tutupan lahan di daerah aliran sungai dari sejarah data satelit yang tersedia.
• SDG 11 yaitu Sustainable Cities and Communities/Komunitas Kota Berkelanjutan, Indonesia memiliki untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan untuk membangun ketahanan perkotaan terhadap perubahan iklim dan bencana. Pemantauan penurunan dataran tanah di Jakarta adalah salah satu kegiatan penginderaan jauh yang mendukung pencapaian target ini. Informasi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pemangku kepentingan dalam mempersiapkan kapasitas masyarakat menghadapi bahaya penurunan tanah.
• SDG 13 yaitu Climate Action/Tindakan untuk Perubahan Iklim, Indonesia memiliki target nasional sebagaimana untuk mengurangi indeks risiko bencana melalui strategi pengurangan risiko nasional dan regional hingga 2019. Salah satu dari daerah terpencil merasakan kegiatan yang mendukung pencapaian target ini adalah pemantauan indeks risiko bencana, seperti indeks curah hujan terstandarisasi, peningkatan indeks vegetasi, dan sistem peringkat bahaya kebakaran hutan.
• SDG 14 yaitu Life Below Water, Indonesia memiliki target nasional untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap hingga 6.982.560 ton pada tahun 2019. Potensi pemantauan harian area penangkapan ikan di Indonesia adalah salah satu kegiatan penginderaan jauh yang mendukung pencapaian target ini. LAPAN juga memiliki aplikasi navigasi untuk perikanan sehingga para nelayan dapat mengetahui potensi area penangkapan ikan, kondisi cuaca, ketinggian gelombang, kecepatan dan arah angin, jarak kapal, dll.
• SDG 15 yaitu Life on Land, Indonesia memiliki target nasional untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui peningkatan tutupan lahan/hutan pada tahun 2019. Pemantauan tutupan lahan/hutan untuk Indonesia adalah salah satu kegiatan yang mendukung pencapaian target ini. Informasi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang kondisi lahan / hutan saat ini di Indonesia (Laporan Kegiatan Keantariksaan Di Indonesia ke UNCOPUOS oleh Euis Susilawati, 2019).

Poin-poin kontribusi penginderaan jauh diatas telah disesuaikan dengan RPJMN Indonesia tahun 2015-2019, yang tentunya akan mendapatkan tantangan internal dan eksternal. Terkait dengan masukan Indonesia dalam pembahasan Draft Space2030 Agenda kedepannya dapat disesuaikan dengan kontribusi komitmen SDGs di Indonesia, dan juga disesuaikan dengan Asia Pacific Plan of Action on Space Applications for Sustainable Development for 2018-2030, yang juga merupakan agenda implementasi aplikasi teknologi antariksa untuk SDGs dimana Indonesia juga turut berpartisipasi dalam Plan of Action tersebut.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL