Focus of Studies

News



Pusat KKPA sebagai anggota delegasi Indonesia di STSC UN COPUOS 2020
News Writter : Euis Susilawati & Leo Rijadi • Photographers : Euis Susilawati & Leo Rijadi • 21 Feb 2020 • Read : 1979 x ,

Sesuai tugas fungsinya, Pusat KKPA LAPAN menjadi bagian dari delegasi Indonesia di sidang ke-57 Subkomite Ilmiah dan Teknik (STSC) UNCOPUOS di Wina, Austria, tanggal 3-14 Februari 2020. Selain dari LAPAN, delegasi Indonesia (DELRI) juga terdiri dari wakil Kementerian Kesehatan yang berpartisipasi dalam agenda (serta Working Group) Space and Global Health, wakil Direktorat Sosbud OINB Kemlu, dan wakil KBRI Wina.

Pada minggu pertama sidang STSC dibahas 10 agenda, yakni (i) Election of the Chair, (ii) General exchange of views, (iii) Space technology for sustainable socioeconomic development, (iv) Space Debris, (v) Space Weather, (vi) Near-Earth Objects, (vii) Long-Term Sustainability of outer space activities (LTS), (viii) Future role and method of work of the Committee, (ix) Nuclear Power Sources (NPS), dan (x) Space and Global Health. DELRI menyampaikan pernyataan untuk semua agenda tersebut, kecuali agenda Near-Earth Objects dan Nuclear Power Sources. Delri juga mengikuti pertemuan working group (WG) of the Whole, NPS, Space and Global Health, dan Space2030 Agenda.

Dalam pernyataannya, Indonesia menyampaikan pandangan umum antara lain bahwa antariksa hendaknya digunakan semata-mata hanya untuk tujuan damai dan memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia. Secara khusus Indonesia menyampaikan bahwa orbit Geostasioner hendaknya dipandang sebagai daerah khusus dari antariksa yang memerlukan pengaturan khusus baik teknis maupun hukum.

Pada agenda LTS, beberapa negara menyampaikan proposalnya tentang pembentukan WG LTS yang baru. Pada sidang komite ke-62 tahun 2019, UN COPUOS telah menyepakati Preamble dan 21 Guidelines LTS sebagai pedoman bagi negara dan organisasi internasional dalam penyelenggaraan keantariksaan. Negara dan organisasi internasional didorong untuk mengimplementasikan guidelines tersebut melalui kebijakan nasionalnya masing-masing. Juga disepakati untuk membahas lebih lanjut dalam WG baru pada sidang STSC 2020. Beberapa negara yang menyampaikan proposal pembentukan WG tersebut adalah Jepang, Kanada bergabung dengan Amerika; Cina; Swiss; dan UAE. Selain itu India, Jepang, UAE masing-masing mengusulkan wakilnya untuk menjadi Chair WG LTS. Namun sampai dengan minggu pertama sidang berakhir, belum ada kesepakatan antara lain mengenai format biro working group.

Pada minggu kedua, delegasi Indonesia menyampaikan pernyataan pada pembahasan agenda UN Program on Space Applications, Remote sensing, Disaster management support, Global navigation satellite systems (GNSS), Future role and method of work of the Committee, dan Geostationary orbit (GSO).

Pada pembahasan Space Applications, delegasi Indonesia menyampaikan berbagai kegiatan pelatihan, seminar dan workshop yang diselenggarakan oleh PBB telah diikuti. Di antaranya dua orang personel LAPAN yang sedang studi doktoral di Beihang University di bawah program United Nations Regional Center for Space Science and Technology Education.

Pada pembahasan Remote sensing, delegasi Indonesia menyampaikan kemajuan yang telah dicapai dalam mengembangkan sistem pemantauan bumi, antara lain SpaceMap, LAPAN Engine, dan SIPANDORA, yang dapat mempercepat akses informasi sumber daya alam dan lingkungan oleh pengguna. Disampaikan pula capaian aktivitas kerja sama dengan berbagai lembaga internasional.

Pada pembahasan Disaster management support, delegasi Indonesia menyampaikan bahwa data penginderaan jauh telah digunakan secara intensif dalam aktivitas peringatan dini dan mitigasi bencana di Indonesia, bekerja sama dengan BNPB. Pada 2019, Indonesia telah menerima bantuan teknis dari NOAA untuk mengatasi bencana kebakaran lahan dan hutan. LAPAN juga menyediakan berbagai informasi real-time dan online untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang sangat berguna antara lain pada saat banjir besar di awal tahun 2020, bekerja sama dengan BMKG. Untuk keperluan tersebut, LAPAN telah mengaktifkan sistem sharing dan pengolahan data internasional, yaitu the International Charter on Space and Major Disasters dan Sentinel Asia.

Pada pembahasan GNSS, delegasi Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia mengikuti perkembangan mutakhir teknologi navigasi satelit, dan berpartisipasi dalam berbagai pelatihan tingkat internasional. LAPAN juga menjadi tuan rumah the BELS Workshop and Training on GNSS di Bandung, 17-19 Juli 2019, bekerja sama dengan Building European Links toward South East Asia (BELS), National Science and Technology Development (NSTDA) Thailand, dan Hanoi University of Science and Technology (HUST) Vietnam. Delegasi Indonesia mencatat semakin banyak negara yang berkontribusi terhadap sistem satelit navigasi global dengan prinsip interoperabilitas, yaitu Amerika Serikat, Federasi Rusia, Uni Eropa, China, Jepang, India, dan Korea.

Pada pembahasan GSO, delegasi Indonesia menyampaikan bahwa orbit geostasioner adalah bagian antariksa, sumber daya alam yang terbatas, perlu dijaga kelangsungan pemanfaatannya oleh umat manusia secara efisien, rasional, seimbang, dan ekuitabel, berdasarkan pada Space Treaty 1967 dan Konstitusi ITU. Indonesia mempertahankan kepentingan negara-negara berkembang yang mempunyai kekhususan dari sisi geografis, sehingga perlu dirumuskan dalam rezim hukum sui-generis. Indonesia mendukung diteruskannya pembahasan GSO ini dalam sidang-sidang STSC UNCOPUOS di tahun-tahun mendatang.

Dalam informal consultation WG LTS, telah dicapai konsensus tentang struktur pokja di masa depan, yaitu 1 orang ketua dan 1 orang wakil ketua. Namun pada saat sidang pleno untuk mengesahkan hasil pembahasan pokja, hasil tersebut dipertanyakan oleh beberapa delegasi negara, sehingga pembahasan pokja ditutup dengan tidak mencapai konsensus, dan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.

Informal consultation WG “Space2030 Agenda” telah mencapai kemajuan yang berarti dalam pembahasan draf dokumen “Space2030 Agenda and its implementation plan”, namun masih perlu definisi yang lebih tegas dari istilah “space governance”. Pembahasan akan dibuka kembali pada sidang ke-59 Subkomite Hukum (LSC) UNCOPUOS (23 Maret - 4 April 2020) dengan target selesai pada sidang ke-63 UNCOPUOS, Juni 2020. Space2030 Agenda merujuk pada peran serta sektor keantariksaan dalam mendorong terwujudnya Agenda 2030 Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs) dengan bertumpu pada empat pilar utama yaitu ekonomi keantariksaan, masyarakat keantariksaan, akses keantariksaan, dan diplomasi keantariksaan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL