Focus of Studies

News



Evaluasi Kegiatan Triwulan III Tahun 2020 Di Pusat KKPA, LAPAN
News Writter : Silvia Cahyani Lase, Emsa Ayudia Putri, Robertus Heru Triharjanto • Photographers : Pusat KKPA • 15 Oct 2020 • Read : 2102 x ,

Memasuki awal Bulan Oktober, Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (Pusat KKPA) mengadakan evaluasi kegiatan selama Triwulan III tahun 2020 pada tanggal 01 dan 05 Oktober 2020. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan dihadiri oleh seluruh karyawan / karyawati Pusat KKPA serta beberapa mahasiswa magang dari Universitas Kristen Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional, dan Universitas Pertamina. Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Pusat KKPA yang menyampaikan bahwa fokus kegiatan selama 2 hari ini untuk mengetahui dan mengevaluasi kegiatan selama triwulan III Tahun 2020. Selain itu, Kepala Pusat KKPA juga menyampaikan bahwa pada triwulan III, Pusat KKPA telah berhasil melaksanakan kegiatan Seminar Nasional KPA V pada tahun 2020 yang dilakukan secara daring untuk pertama kalinya. Penyelenggaran tersebut mendapat respon sangat baik dari stakeholder di dalam dan di luar LAPAN.

Pada hari pertama paparan awal di mulai oleh kelompok penelitian I (poklit 1). Pada tahun 2020, Poklit I memiliki 3 kegiatan utama diantaranya, (a) Kajian Dampak Roket Pertahanan Terhadap Industri Kedirgantaraan, (b) Kajian Aspek Ekonomi, Politik, Pertahanan dan Komersialisasi Bidang Antariksa: Studi Kasus TT&C Biak, dan (c) Kajian Aspek Ekonomi Di Bidang Penerbangan Dan Antariksa: Pengkajian Aspek Ekonomi Satelit Penginderaan Jauh Nasional.

Tahapan triwulan III pada kajian Dampak Roket Pertahanan Terhadap Industri Kedirgantaraan adalah analisa data. Kajian pustaka menyimpulkan bahwa fasilitas dan pengetahuan yang dimiliki industri pertahanan mendukung berkembangnya industri digantara, dan juga sebaliknya (kasus Uni Eropa, Kanada, dan beberapa negara lainnya). Untuk Indonesia dan terkait dengan LAPAN, dipelajari kasus roket pertahanan 122, yang melibatkan industri pertahanan, industri kedirgantaraan, dan litbang kedirgantaraan. Program diinisasi oleh kemenristek pada tahun 2007, dengan tujuan untuk substitusi senjata roket GRAD yang digunakan marinir. Sejak tahun 2010 program tersebut dimiliki/didanai oleh Kementerian Pertahanan, dimana PT. PINDAD menjadi kontraktor utama, dan memiliki 2 subkontraktor, yakni PT Dahana dan PT DI, dan didukung oleh LAPAN via kerjsama antar lembaga pemerintah dengan BUMN.

Pada kajian Aspek Ekonomi, Politik, Pertahanan dan Komersialisasi Bidang Antariksa: Studi Kasus TT&C Biak, capaian di TW III adalah terkumpulnya data terkait Pelaku Industri TTC global, dan dibuatnya kanvas bisnis proses untuk kasus TT&C Biak. Tahap berikutnya akan dianalisis SCP (Structure Conduct Performance) dan biaya pembangunan Stasiun bumi.

Pada Kajian Aspek Ekonomi Di Bidang Penerbangan Dan Antariksa: Pengkajian Aspek Ekonomi Satelit Penginderaan Jauh Nasional, yang merupakan lanjutan kajian tahun 2019 hasil capaian di triwulan III adalah terpetakannya kebutuhan Nasional satelit penginderaan jauh, yang sesuai dengan Rencana Induk Keantariksaan 2016-2040 berdasarkan analisa: (i) data primer: survey Perusahaan Nasional, masukan Airbus dan Thales Alenia, hasil FGD (Pustekdata, Pusfatja, Pusteksat), in-depth interviews dengan experts; dan (ii) data sekunder: landasan hukum, referensi-referensi. Pemetaan analisis market (analisis lingkungan strategis industri termasuk clustering pola bisnis industri nasional untuk melihat potensi industri hulu hilir), skema project financing, dan olah data awal cost benefit menggunakan Financial Accounting Based Analysis dan Information Economics Method. Untuk publikasi ilmiah Poklit 1, realisasi target makalah adalah terpublikasinya 4 makalah pada Jurnal Internasional Terindeks.

Pemaparan kedua, disampaikan oleh kelompok penelitian II (Poklit II). Di tahun 2020 terdapat 4 kegiatan yaitu: (a) Penyusunan Naskah Urgensi RPP Tentang Tata Cara Kegiatan Komersial Keantariksaan, (b) Penyusunan Naskah Urgensi RPP Tentang Tata Cara Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Antariksa, (c) Penyusunan Peraturan Lembaga Tentang Pelaksanaan PP Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyelenggaran Kegiatan Penginderaan Jauh (yang merupakan Tugas Tambahan), dan (d) RPP tentang penguasaan teknologi keantariksaan.

Capaian di Triwulan III pada kegiatan penyusunan naskah urgensi RPP tentang Tata Cara Kegiatan Komersial Keantariksaan yaitu telah melaksanakan FGD RPP Komersial yang ke-2 pada tanggal 31 Agustus 2020, telah mengisi sub bab terkait dengan investasi antariksa, dan telah mengisi sub bab terkait dengan pembiayaan antariksa (Asuransi & Penjaminan). Progres pada kegiatan penyusunan naskah urgensi RPP tentang Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Antariksa yaitu dilaksanakannya FGD ke 2, dan telah tersusunnya Draft nasha urgensi RPP untuk bab perizinan dan asuransi. Tim perumus naskah urgensi juga telah menemukan aspek hukum pembiayaan pembangunan, diantaranya untuk (1) Menjelaskan sumber-sumber pembiayaan yang diterima dalam pembangunan: KPBU nasional/asing, hibah, penanaman modal, dan lain-lain. (2) Jenis-jenis pembiayaan, sebaiknya mencakup hal-hal yang bersifat finansial dan teknis. (3) Menormakan mitra dirgantara terkait dan perannya dalam mekanisme pembiayaan. (4) Membentuk komite pembangunan yang terdiri dari kementerian atau lembaga terkait beserta kewenangan dan kewajibannya. Penyusunan draf RPP versi KKPA dan penyempurnaan draf Naskah Urgensi akan disusun secara paralel para tahap selanjutnya.

Untuk kegiatan Perla Tentang Pelaksanaan PP Nomor 11 Tahun 2018, capaian selama trwiulan III adalah komparasi dan penyesuaian Draf Naskah Urgensi dengan revisi terakhir Draf Rancangan Perla Pelaksana PP No. 11 Tahun 2018, dan telah terlaksananya Rapat Harmonisasi I pembahasan Draf Rancangan Perla Pelaksana PP No. 11 Tahun 2018. Sedangkan pada kegiatan RPP tentang Penguasaan Teknologi Keantariksaan belum ada informasi lebih lanjut dari Setneg. Untuk target publikasi masih menunggu proses edit bagi 2 makalah di jurnal nasional terakreditasi (FH UNPAD), dan 2 makalah di Jurnal KKPA.

Pada hari kedua evaluasi, tanggal 05 Oktober 2020, dilanjutkan paparan oleh Kelompok Penelitian 3 (Poklit 3). Pada tahun 2020, Poklit 3 memiliki kegiatan, (a) Pedoman Delegasi pada sidang organisasi internasional (UNCOPOUS), (b) penyusunan pedoman delegasi indonesia dalam organisasi regional keantariksaan, dan (c) kajian posisi indonesia terhadap kesamaan akses sumber daya antariksa (space resources).

Rencana kegiatan Pedoman Delegasi pada sidang organisasi internasional (UNCOPOUS) ada 3 pedoman delri kesidang STSC, LSC dan COPOUS. Sidang ke 57 STSC telah berlangsung dibulan Februari 2020, sedangkan sidang LSC dan COPOUS dibatalkan dikarenakan adanya pandemik Covid-19. Untuk capaian kegiatan penyusunan pedoman delegasi indonesia dalam organisasi regional keantariksaan adalah telah dilakukan pemetaan organisasi regional keantariksaan dikawasan Asia Pasifik, termasuk potensi manfaat organisasi regional. Sedangkan pada kegiatan kajian posisi indonesia terhadap kesamaan akses sumber daya antariksa (space resources) telah menambahkan bagan analysis framework, melengkapi literature review, menuliskan data dan temuan dalam bab pembahasan space resources level internasional dan level nasional. Modal tersebut akan dianalisis dan divalidasi dengan para ahli pada TW IV sehingga menghasilkan kajian lengkap dalam menentukan posisi Indonesia terhadap isu space resources dan mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah terakreditasi nasional. Selain itu, Poklit 3 secara aktif memberikan pelayanan magang kepada mahasiswa ilmu hubungan internasional dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Serta, berkontribusi sebagai pembicara dalam UN/Austria Symposium 2020, IAC 2020, dan peserta Space4Youth Competition 2020.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh kelompok Analis Kebijakan, yang pada tahun 2020 memiliki 4 kegiatan, diantaranya: (a) Penilaian Indeks Kualitas Kebijakan (IKK), (b) Penyusunan Policy Brief Komite Kebijakan Industri Kedirgantaraan (KKIK), (c) Penyusunan Perla SDGs dan (4) Karya Tulis Ilmiah Kolaborasi.

Capaian pada kegiatan Penilaian IKK yaitu Self Asesment sudah selesai dilakukan. Produk kebijakan yang dinilaikan, diantaranya: UU No. 21/2013 (status bukti: lengkap), Perpres No. 49/2015 (status bukti: Naskah Urgensi dan Harmonisasi), Perpres No. 45/2017 (status bukti: lengkap), Perla No. 3/2018 (status bukti: Naskah Urgensi dan Harmonisasi), dan PP No. 11/2018 (status bukti: lengkap). Nota dinas telah dikirimkan ke LAN untuk meminta akses untuk upload bukti-bukti tersebut agar dapat dilakukan penilaian. Hal lain yang akan dilakukan di triwulan IV adalah paparan proses penilaian IKK tersebut ke manajemen LAPAN.

Kegiatan penyusunan Policy Brief KKIK sudah selesai dilakukan pada triwulan II, dan sudah disampaikan ke manajemen LAPAN dan Menristek. Menristek dan manajemen LAPAN mengarahkan bahwa nomenkaltur menjadi Komite Pengembangan Industri Penerbangan dan Antariksa, dimana outputnya adalah menghasilkan roadmap. Tahap selanjutnya Menristek meminta jajarannya untuk mempersiapkan Permen untuk terselenggaranya Komite tersebut.

Untuk kegiatan penyusunan Perla SDGs, progres selama triwulan III telah diakukan pengumpulkan data SDG (internasional dan nasioal). Pembaharuan Rencana Aksi Nasional di Perpres No. 59 Tahun 2017 masih ditunggu untuk keberlanjutan Perla tersebut. Untuk target publikasi, ada 2 makalah kolaborasi yang telah di presentasikan pada SINASKPA V 2020.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL