Focus of Studies

News



Pusat KKPA LAPAN Mengikuti Acara APRSAF Online 2020
News Writter : Astri Rafikasari, Runggu Prilia Ardes, Melissa Retno Kusumanto • Photographers : Astri Rafikasari, Runggu Prilia Ardes, Melissa Retno Kusumanto • 28 Nov 2020 • Read : 2717 x ,

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan berbagai acara pertemuan Internasional harus dilakukan secara online. Hal tersebut juga tidak luput dari perhelatan Annual Meeting the Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang juga dilaksanakan secara online pada 19 November 2020, pukul 13:00 – 17:00 waktu Tokyo (UTC+9). Dalam APRSAF Online 2020, beberapa peneliti dan analis kebijakan dari Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa LAPAN juga mengikuti acara tersebut. APRSAF Online 2020 diselenggarakan bersama oleh organisasi anggota ExCom, yaitu: Singapore Space and Technology Ltd (SSTL), Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology of Japan (MEXT), Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Vietnam Academy of Science and Technology (VAST), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). APRSAF Online 2020 membawa tema “Sharing Space Visions Beyond Distance”. Tema tersebut menjelaskan tentang pandemi Covid-19 yang telah mendorong komunitas keantariksaan di Asia-Pasifik untuk lebih memikirkan tentang keberlanjutan aktivitas keantariksaan dan mempertimbangkan kembali bagaimana teknologi keantariksaan dapat berkontribusi pada masalah sosial dan Kesehatan saat ini. Dalam situasi tersebut, APRSAF berharap dapat memainkan peran penting dalam menyediakan platform di antara beragam aktor di kawasan Asia-Pasifik untuk berbagi visi dan misi tentang kegiatan keantariksaan saat ini dan di masa depan, dan untuk menguatkan pentingnya kerja sama keantariksaan regional untuk merespons adanya pandemic Covid-19 secara tepat dan efektif. APRSAF Online 2020 ini terbuka untuk umum, tidak hanya dari komunitas keantariksaan saja, tetapi juga dari komunitas lain selain dari kawasan Asia-Pasifik.

Dalam APRSAF Online 2020 tersebut berbagai rangkaian acara telah dilakukan, yaitu dimulai dengan pembukaan acara oleh Mr. hagiuda Koichi yang merupakan Menteri dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT), Jepang. Setelah acara dibuka maka dilanjutkan dengan pemutaran video laporan negara-negara anggota APRSAF mengenai aktivitas keantariksaan masing-masing (country report). Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang bertemakan “Realizing Sustainable Space Activity Through Strengthening Partnerships with Diverse Players”. Dalam panel ini terdapat pemaparan dari University of Tokyo, Singapore Space & Tech Ltd., Astroscale, Ozius, dan Umitron. Para panelis tidak hanya mensosialiasikan program keantariksaan yang sedang mereka kembangkan dalam rangka mewujudkan SDGs di lingkungan bumi dan antariksa, tetapi juga berbagi tantangan dalam mendorong partisipasi dari berbagai pemain di sektor keantariksaan dalam hal peningkatan bisnis keantariksaan. Sesi ini juga membahas topik tantangan baru yang dihadapi dalam situasi pandemic Covid-19 saat ini. Para panelis sepakat bahwa kemitraan antara pemerintah, badan antariksa, dan industri penting untuk keberlanjutan kegiatan antariksa dan pencapaian SDGs. Selain itu, Pemerintah juga dipandang harus menjadi tombak terdepan dalam hal SDGs, bahkan sebaiknya SDGs didukung oleh regulasi di tingkat nasional.

Acara selanjutnya adalah penyampaian aktivitas APRSAF. Laporan kegiatan dari empat inisiatif (Sentinel Asia, SAFE, Kibo-ABC, dan National Space Legislation Initiative atau NSLI). Dua program utama Sentinel Asia yang menjadi sorotan adalah Agromet Project dan pemetaan ladang pertanian. Kibo-ABC juga menyampaikan program kompetisi tingkat pelajar se-Asia Pasifik yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah teknis dalam salah satu komponen Kibo di Stasiun Antariksa Internasional. Kemudian, NSLI memperkenalkan kegiatan mereka yang berfokus pada pembahasan isu hukum tingkat internasional. Hasil pembahasan kemudian akan disampaikan pada sidang sub-komite hukum UNCOPUOS. Tim NSLI terdiri dari berbagai perwakilan di Asia Pasifik, yang mana Kepala Pusat KKPA beserta tiga peneliti Pusat KKPA turut menjadi anggotanya. Di akhir sesi ini kemudian diumumkan hasil lomba poster di mana Indonesia yang diwakili oleh Franceska mendapatkan penghargaan Special Poster Award. Dalam acara APRSAF Online 2020 ini juga diberikan sesi pemaparan video dari para sponsor yang telah ikut mensukseskan acara.

APRSAF Online 2020 kemudian dilanjutkan dengan Heads of Space Agencies Session yang dilakukan secara live oleh masing-masing Kepala Badan Antariksa negara-negara anggota APRSAF. Sesi ini bertemakan “Space Endeavors in Challenging Times”, di mana masing-masing Kepala Badan Antariksa akan memaparkan pandangan mereka tentang adanya pandemi Covid-19 dari sudut pandang keantariksaan. Moderator dalam sesi ini adalah Ms. Yamazaki Naoko yang merupakan Astronot Jepang. Moderator mengajukan pertanyaan kepada para Kepala Badan Antariksa berkaitan dengan pandangan yang telah mereka paparkan. Indonesia diwakili oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Kepala LAPAN menyampaikan bahwa teknologi keantariksaan di Indonesia juga telah dimanfaatkan untuk mengamati titik penyebaran Covid-19.

Menjelang sesi akhir acara APRSAF online 2020 dilanjutkan dengan pemaparan proposal dari APRSAF Executive Committee mengenai kegiatan APRSAF ke depan. Proposal tersebut antara lain berisikan tentang penambahan adanya working groups, yang awalnya 4 menjadi 5 working groups dan 1 pelaksanaan workshop. Working group yang diusulkan tersebut yaitu: Solution for Social Issues WG, Enhancement of Space Capability WG, Space for STEAM WG, Space Frontier WG, Space Policy and Law WG, serta Space Industry Workshop. Selain itu proposal lainnya adalah mengenai “APRSAF Award”, yang bertujuan untuk mempromosikan kegiatan terkait keantariksaan dan untuk memotivasi orang agar memberikan kontribusinya pada kegiatan APRSAF. Ada 2 jenis penghargaan yang diusulkan, yaitu “Asia-Pacific Region Excellence in Space Award”, yang diperuntukkan bagi seseorang yang menunjukkan pengaruh luar biasa untuk semua kegiatan terkait antariksa di wilayah Asia-Pasifik, dan “APRSAF Space Achievement Award”, untuk seseorang yang berkontribusi pada kegiatan APRSAF. Sesi usulan proposal kegiatan APRSAF tersebut menjadi sesi terakhir rangkaian acara APRSAF Online 2020 sebelum ditutup oleh Prof. Acad. Chau Van Minh yang merupakan Presiden dari Vietnam Academy of Science and Technology (VAST). APRSAF Online 2020 ini diharapkan bisa menjadi media yang efektif dalam mendiskusikan masa depan aktivitas keantariksaan di Asia-Pasifik pada khususnya dan dampaknya terhadap masyarakat. APRSAF Online 2020 bisa menjadi langkah besar ke depan untuk menuju APRSAF-27 di tahun 2021 sebagai salah satu langkah besar mewujudkan Visi Nagoya, yang diadopsi pada APRSAF-26 untuk menangani empat tujuan kegiatan APRSAF selama sepuluh tahun ke depan, yaitu: 1) mempromosikan solusi untuk masalah sosial di lapangan; 2) meningkatkan pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas dan kapabilitas S&T; 3) meningkatkan kapabilitas dalam implementasi kebijakan bersama masalah di wilayah tersebut; dan 4) mendorong partisipasi pemain baru dan mengembangkan hubungan yang beragam.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2021 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL