Fokus Kajian

Berita



Partisipasi Indonesia dalam Sidang PBB Ke-64 KOMITE Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai 2021
Penulis Berita : Melissa Retno Kusumaningtyas, S.Sos • Fotografer : Melissa Retno Kusumaningtyas, S.Sos • 10 Sep 2021 • Dibaca : 614 x ,

Pada tangal 25 Agustus sampai dengan 3 September 2021 United Nation Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS) menyelenggarakan Sidang Komite ke-64. Sidang Komite COPUOS merupakan sidang pertemuan tahunan yang mewadahi pertemuan antar negara-negara dan Organisasi Internasional yang bertujuan untuk saling tukar menukar informasi dan membahas pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan keantariksaan saat ini dan masa depan. Topik diskusi termasuk menjaga antariksa untuk tujuan damai, keamananan pengoperasian wahana antariksa, space debris, cuaca antariksa, ancaman asteroid, penggunaan tenaga nuklir di antariksa, sistem satelit navigasi global, hukum ruang angkasa dan peraturan perundang-undangan keantariksaan nasional serta aplikasi teknologi antariksa untuk perubahan iklim, pengelolaan air.

Pada sesi ini, sidang komite UNCOPUOS dipimpin oleh Marius-Ioan Piso dari Romania yang dan dihadiri oleh negara-negara anggota Komite, Organisasi Internasional, NGO maupun universitas. Terdapat 3 negara anggota baru yaitu Republik Dominika, Rwanda, dan Singapura. Selain itu, Moon Village Association juga menjadi anggota observer baru. Adapun delegasi RI pada Sidang Komite ke-64 diwakili dari LAPAN, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Wina.

Sidang yang berlangsung selama 8 hari ini dilaksanakan secara hybrid (offline dan online) dan membahas 13 mata agenda, yang diantaranya adalah Report of the Scientific and Technical Subcommittee on its fifty-eighth session. Report of the Legal Subcommittee on its sixtieth session, Ways and Means of Maintaining Outer Space for Peaceful Purpose, s space and sustainable development, space and climate change, spin-off benefits of space technology : review of current status, space and water, space exploration and innovation, Use of space technology in the United Nations System dan Future Role of The Committee.

Selain pembahasan mata agenda di atas, pada sidang tersebut juga dilaksanakan pertemuan 3 pertemuan Working Group yaitu, Working Group Working Group on the “Space2030” Agenda, Working Group on the LTS, Working Group on the Space Resources.

Delegasi Indonesia berpartisipasi aktif dan menitikberatkan partisipasinya dengan memberikan statement pada beberapa mata agenda. Pada mata agenda ways and means of maintaining outer space for peaceful purposes Indonesia menekankan pentingnya mencegah perlombaan senjata di luar angkasa dan penempatan senjata di antariksa. Dalam hal ini, pemantauan yang efektif, verifikasi dan transparansi serta langkah-langkah membangun kepercayaan (TCBM) harus terus dilakukan.

Dalam mata agenda Report of the Scientific and Technical Subcommittee Indonesia menyatakan dukungannyaterkait dengan pembentukan new Working Group on LTS 2.0. dan terkait dengan WG di LTS, Indonesia terus secara sukarela menerapkan pedoman LTS sesuai dengan hukum nasionalnya, Undang-Undang Keantariksaan Nomor 21 Tahun 2013. Mengacu pada WG on LTS, hal terpenting bagi Indonesia adalah kerjasama internasional harus inklusif, dan harus mempertimbangkan tingkat perkembangan teknologi negara-negara, terutama negara-negara non-spacefaring, dalam memajukan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa - Lapan
Jl. Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta 10330 Telp. (021) 31927982 Fax. (021) 31922633



© 2021 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL